Vcs Kak Shabila Dedek Abg Semok Colmek: Pake Botol
“Bukan cuma fashion, ini manifesto anti‑waste!” – kata Shabi dalam salah satu vlognya.
Kak Shabila, atau yang akrab dipanggil “Shabi,” adalah sosok ABG (remaja) semi‑kreatif yang baru‑baru ini lagi naik daun di dunia konten digital. Dia terkenal karena:
| Karakteristik | Detail | |---------------|--------| | Nama lengkap | Shabila Putri Dwi Prasetyo (nama asli, tapi biasanya cuma “Shabi”) | | Usia | 18‑19 tahun (masih dalam fase ABG) | | Platform utama | TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts | | Ciri khas | Gaya “pake botol” – memanfaatkan botol plastik bekas sebagai fashion statement dan prop kreatif |
| Challenge | Goal | How to Join | |-----------|------|-------------| | #BottleSwap | Reduce single‑use plastic by 10 % in 30 days. | Post a pic of your creative bottle reuse with the hashtag; get featured on their Story. | | Zero‑Waste Kitchen | Replace disposable wraps with reusable beeswax wraps. | Follow Pake’s step‑by‑step tutorial (YouTube 12‑min) and tag @PakeBotol. | | Eco‑Tech Review | Test low‑energy appliances (e.g., solar‑powered charger). | Subscribe to the “Eco‑Tech Tuesdays” podcast for weekly reviews. | | Community Clean‑Up | Organize a beach or park cleanup. | RSVP on the event page; bring a reusable water bottle (preferably a repurposed one). | VCS Kak Shabila Dedek ABG Semok Colmek Pake Botol
Impact Metric: Since launching the #BottleSwap, the crew reports ≈ 4,200 bottles repurposed by fans worldwide—a small but tangible step toward a cleaner planet.
Content Expansion
Merch & NFT Integration
Community‑Led Events
Data & Measurement
Shabila dulu hanyalah seorang siswi SMA yang suka ngumpul di taman kota sambil menulis puisi tentang langit malam. Suatu hari, ia menemukan sekotak botol plastik berwarna biru yang tertinggal di pinggir jalan. Daripada membiarkannya menumpuk, ia memutuskan: “Bukan cuma fashion, ini manifesto anti‑waste
“Kalau botol bisa jadi karya, kenapa tidak jadi gaya?”
Dengan kamera ponsel, ia mengedit video singkat menampilkan botol‑botol yang dipotong, dicat, dan dipasang menjadi aksesoris: kalung, gelang, bahkan tas mini. Video itu langsung viral—lebih dari 500 ribu view dalam 24 jam. Di komentar, remaja‑remaja lain menanyakan cara membuatnya. Dari situlah VCS lahir: Visual Culture Squad, sebuah komunitas online yang mengajarkan cara mengubah sampah menjadi fashion dan hiburan.
Suatu akhir pekan, Shabila mengumumkan “Semok City Challenge”: mengubah sebuah sudut kota menjadi “kota botol” dalam 48 jam. Ia mengajak 30 anggota VCS, termasuk: Kak Shabila, atau yang akrab dipanggil “Shabi,” adalah
Misi mereka: menata instalasi seni, mengadakan booth jual barang daur ulang, dan mengadakan konser mini. Hasilnya?
Media lokal meliput, dan dalam semalam hashtag #SemokCity trending di seluruh Indonesia. Pemerintah kota pun mengundang Shabila sebagai duta kampanye “Zero Waste”.