Khutbah Jumat Jawi Patani Direct

| ✅ Ideal for | ❌ Not ideal for | |--------------|------------------| | Researchers of Malay-Islamic manuscripts | General non-Malay-speaking Muslims | | Traditional imams in Patani/Narathiwat/Yala | Khutibs who do not read Jawi script | | Islamic heritage libraries & museums | Modernist mosques using only national khutbah | | Students of comparative fiqh (Shafi’i school) | Anyone needing English/Thai translations |


Oleh: Tim Wacana Islam Nusantara

Khutbah Jumat dalam tradisi Jawi Patani tidak berbeda secara substansi dengan khutbah pada umumnya. Yang membedakan adalah selingan, gaya retorika, dan tentu saja bahasa pengantarnya. khutbah jumat jawi patani

Generasi muda Patani kini lebih akrab dengan bahasa Thai dan media sosial berbahasa Inggeris. Banyak masjid mulai mencampurkan khutbah dalam bahasa Thai untuk menjangkau anak muda. Ini menimbulkan dilema: | ✅ Ideal for | ❌ Not ideal

Solusi yang ditawarkan oleh cendekiawan Patani: Oleh: Tim Wacana Islam Nusantara Khutbah Jumat dalam


Setelah Patani jatuh ke tangan Siam (Thailand) pada abad ke-18 dan secara resmi dianeksasi pada 1909, pemerintah pusat di Bangkok berusaha memusatkan segala urusan, termasuk agama. Namun, umat Islam Patani tetap mempertahankan khutbah Jumat dalam bahasa Jawi sebagai bentuk resistensi budaya dan identitas keislaman.