Skip to content

Cart

Your cart is empty

Bahrul Mazi Jilid 17 May 2026

Jilid ini juga sering memuat bab tentang mimpi. Menurut Imam Tirmidzi, mimpi terbagi menjadi tiga: dari Allah, dari setan, dan dari bisikan jiwa. Al-Marbawi memberikan panduan berdasarkan hadis untuk membedakan mimpi yang benar.

“Di mana ada rahsia, di situ ada keberanian.”
Bahrul Mazi (Series Motto)

By Jilid 16, Bahrul had already:


When the Bahrul Mazi series first burst onto the Malay literary scene, readers were instantly hooked by its blend of action‑packed adventure, deep‑rooted cultural motifs, and relatable teenage angst. By the time we reach Jilid 17, the series has already cemented its place as a modern classic for teens and young adults across Malaysia, Indonesia, and the broader Malay‑speaking diaspora. bahrul mazi jilid 17

In this post we’ll:

If you’re new to Bahrul Mazi or a longtime fan wondering whether Jilid 17 is worth the read, keep scrolling – you’re in the right place.


Bagian ini sangat relevan dengan kondisi dunia modern. Al-Marbawi memberikan syarah tentang hadis-hadis Nabi mengenai kemunculan fitnah besar, perselisihan umat, serta tanda-tanda hari kiamat kecil (ashratu as-sa'ah). Dalam jilid 17, penulis menjelaskan dengan rinci bagaimana seorang Muslim bersikap di tengah kekacauan. Jilid ini juga sering memuat bab tentang mimpi

Here’s a review of Bahrul Mazi (Jilid 17) , a volume within the renowned commentary on Sunan Tirmidhi by the prominent Hadith scholar Maulana Muhammad Yusuf al-Binnori (and based on the earlier work of Shaykh Muhammad Zakariyya al-Kandhlawi).


Dalam khazanah intelektual Islam di Nusantara, khususnya di lingkungan pesantren tradisional (salaf), terdapat sederet kitab kuning yang menjadi rujukan utama dalam berbagai disiplin ilmu. Mulai dari Nahwu, Sharaf, Fiqih, Tauhid, hingga Tafsir dan Hadis. Salah satu kitab yang menempati posisi istimewa dalam studi hadis adalah Bahrul Mazi.

Bagi para santri, alumni pesantren, serta pengkaji hadis di Indonesia dan Malaysia, nama "Bahrul Mazi" sudah tidak asing lagi. Karya monumental ini dikenal sebagai salah satu syarah (penjelasan) terpenting atas kitab Sunan Tirmidzi. Ketika kita memasukkan kata kunci Bahrul Mazi Jilid 17, kita sedang membicarakan sebuah volume spesifik yang menyimpan pembahasan hadis-hadis tentang berbagai tema krusial, terutama yang berkaitan dengan Ahkam (hukum), adab, dan akhlak. “Di mana ada rahsia, di situ ada keberanian

Artikel ini akan mengupas secara mendalam tentang apa itu Bahrul Mazi, mengapa jilid 17 begitu penting, siapa penulisnya, serta bagaimana kontribusi kitab ini dalam lanskap keislaman Nusantara.


Di pesantren-pesantren tradisional seperti di Jawa Timur (Situbondo, Jombang), Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, hingga pondok-pondok di Kelantan dan Terengganu (Malaysia), Bahrul Mazi Jilid 17 menjadi salah satu materi wajib di kelas Wustha (menengah) atau Ulya (tinggi).

Sistem pengkajiannya:


| Aspek | Bahrul Mazi Jilid 17 | ‘Aridhatul Ahwadzi (Ibnu al-Arabi) | Tuhfatul Ahwadzi (Mubarakfuri) | | :--- | :--- | :--- | :--- | | Bahasa | Melayu Jawi | Arab | Arab | | Mazhab | Syafi’i | Zhahiri (kecenderungan) | Salafi/Hanafi | | Target Pembaca | Santri/Umum Melayu | Akademisi Arab | Mahasiswa Hadis | | Ketebalan Penjelasan | Sedang, praktis | Tipis, ringkas | Sangat tebal, mendalam |

Dari tabel di atas, jelas bahwa Bahrul Mazi Jilid 17 menjadi pilihan utama bagi penutur bahasa Melayu-Indonesia yang ingin memahami Sunan Tirmidzi secara langsung tanpa harus menerjemah dari bahasa Arab terlebih dahulu.


IOGEAR

IOGEAR